Selasa, 22 Februari 2011

Kepada Para Pengguna Dunia Maya


Yang saya kagumi para facebookers, twitters, dan blogger serta para pengguna layanan pertemanan lainnya. Perlu saya katakan kagum, karena dunia ini telah mampu menemukan jatidiri kita sebagai manusia yang  hidup tanpa batas ruang dan waktu untuk saling bertukar pikiran, saling mengungkapkan perasaan, berbisnis, bersenang-senag dengan game online, atau hanya sekedar utnuk  iseng (ciat-ciatan) sebagai mana sering saya  temukan di dalam update-update pacebook dan twitter. Tak masalah. Tak ada yang melarang. Itu jauh lebih baik daripada digunakan sebagai media penipuan.

Paya pecinta dunia maya yang saya kagumi.
Tak terasa di rumah kita ada sebuah jendela kecil yang mampu melayani semua informasi yang kita butuhkan. Paman Google  mesin kreatif, telah mampu membaca semua keinginan kita.dia melayani kita siang dan malam  dengan penuh keiklasan. Paman Google Tidak hanya sekedar mengajarkan kita tentang sebuah keterbukaan dan kecerdasan, dia juga  telah memberikan hiburan kepada orang-orang yang meras kesepian. Sangat luar biasa.

Jangan salahkan Paman Google, apabila muncul sarjana-sarjana copy-paste, pemikir-pemikir instan yang akan melahirkan pemimpin-pemimpin instan. Jangan pula menyalahkan Paman Google, apabila banyak pengguna dunia maya senang melakukan onani karena sering membuka situs-situs porno. Paman Google tidak bersalah, apabila ada gadis smp atau sma dibawa lari pacarnya atau diajak pergi lelaki yang baru dikenalnya. Paman Google punya privasi.Sebagai mesin, dia pun punya alat sensor.

Yang jelas semua kesalahan, murni dilakukan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab memanfaatkan teknologi. Atau ketinggalan kita dalam memanfaatkan teknologi. Sebagai contoh;  salahkan Paman Google, apabila anak-anak lebih suka bermain game-online, daripada belajar? Dunia mainanan adalah dunia anak-anak. Paman Google tahu itu. Tinggal bagaimana orang tua, guru, dan semua ahli-ahli pendidikan menanganinya, dan menyadari ketertinggalannya. Bukan ikut-ikutan main game online, itu kan keterlaluan.  

Dunia Paman Google adalah dunia merdeka. Jauh lebih demokratis dari negara-negara yang mengaku demokratis, termasuk lebih demokratis dari Amerika, bahkan apabila para pencetus ‘DEMOKRATOS’ di Yanini masih hidup, mereka pasti akan menganggap Paman Goggle akan mendapat penghargaan sebagai ‘Bapak Mesin Demokrasi’. Apalagi jika dibandingkan dengan para pengurus PSSI, wabilkhusus Nurdin Halid. Jauh!

Juga sudah tentu merupakan kesalahan  kita, apabila kita  terlalu asyik mahsyuk  hingga lupa bahwa ada yang lebih cerdas  dari Paman Google yang hanya sebuah mesin. Tuhan!

Ah,  Saya sering melihat anak-anak bermalam-malam begadang di warnet hanya untuk sekedar bermain-main. Di rumah (termasuk saya), hampir setiap hari mengisi update status seperti sebuah kewajiban yang harus saya lakukan. Tak sedikit ibu-ibu yang senang facebookan. Terkadang rumah menjadi terasa sepi lantaran disibukkan oleh Paman Google yang maha demokratis itu. Tapi itu pasti salah kita. Bukan salah paman Google. Tergantung bagaimana menggunakan dan memanfaatkannya.

Para pengguna maya yang saya kagumi,
Demikian surat pribadiku, mudah-mudahan ada manfaatnya bagi yang suka saya berharap Anda mau menjadi sahabat di blog saya ini. Kirim komentar, atau minimal menandai suja jika memang Anda suka.
Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar